Yudhi: Masing-Masing Kubu Diundang Pikirkan Persatuan PERADI

JAKARTA, MONDIALNEWS – Organisasi advokat diketahui telah terpecah menjadi beberapa kubu. Contohnya Peradi terpecah menjadi tiga kubu. Menanggapi terkotak kotaknya organisasi advokat tersebut, Managing Partner pada Wibhisana & Partners, Yudhi Wibhisana, angkat bicara.

Menurut Anggota Peradi DPC Jakarta Selatan tersebut, pihaknya menyoroti peran GEMPI atau Generasi Muda Peradi dalam menyelesaikan permasalahan di tubuh Peradi. “GEMPI seharusnya mengundang seluruh Ketua DPC Peradi masing-masing kubu. Para ketua Peradi DPC Bandung wajib diundang untuk hadir dan bersama-sama memikirkan serta merealisasikan ide tentang Persatuan Peradi,” kata Yudhi saat menjadi pembicara dalam acara Focus Group Discussion Gerakan Muda Peradi (GEMPI) dengan tema PERADI GUYUB RUKUN KEMBALI di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, tidak mungkin satu kelompok, yang justru diasumsikan belum terbukti memberikan kontribusi pada dunia advokat, mampu mewujudkan suatu ide besar yang notabene merupakan amanat UU No.18 Tahun 2003.

“Ditambah lagi dengan terbitnya Surat Keputusan Mahkamah Agung (SKMA) Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015 tertanggal 25 September 2015 yang direlease pada 28 September 2015, yang sehari kemudian disusul dengan putusan Mahkamah Konstitusi nomor 112/PUU-XII/2014 dan 36/PUU-XIII/2015 yang memberi kewenangan kepada Pengadilan Tinggi untuk melakukan penyumpahan terhadap advokat dari organisasi manapun. Berawal dari SKMA 073 inilah organisasi-organisasi advokat lahir bahkan ada organisasi yang menyingkat nama organisasinya dengan singkatan Peradi Perjuangan,” tukasnya.

Yudhi bahkan mengkhawatirkan suatu saat nanti GEMPI malah menjadi badan hukum dengan memohonkan pengesahan kepada Menteri Hukum dan HAM RI. “Jika ini yang terjadi, maka GEMPI sebetulnya sedang melakukan penjajakan untuk menjadi organisasi advokat mandiri dengan menjual issue perpecahan di tubuh Peradi.
Berangkat dari ide tentang persatuan kembali di tubuh Peradi, GEMPI selayaknya memunculkan simbol-simbol persatuan yang justru terlibat dalam sejarah perpecahan Peradi,” ujarnya.

Hal ini wajib dilakukan karena langkah yang diambil dengan cara roadshow ke daerah-daerah yang mempunyai DPC Peradi. “Tidak mungkin berjuang untuk persatuan Peradi jika para pelaku dan/atau saksi sejarah dalam perpecahan tersebut tidak dilibatkan,” katanya.

Yudhi yang maju sebagai salah seorang Calon Ketua Ikatan Keluarga Alumni FH Unpad tersebut memberikan semangat kepada GEMPI untuk terus mencari dukungan dari setiap kelompok yang ada di tubuh Peradi. Progresivitas GEMPI sebagai kelompok muda Peradi harus dibarengi dengan adanya dukungan dari para senior Peradi yang mempunyai ide dan harapan yang sama. Para senior Peradi ini, sedikit banyak telah merasakan dan berpengalaman dalam mengelola atau hidup dalam konflik.

Seperti diketahui, Yudhi menjadi salah satu Calon Ketua IKA FH Unpad yang akan dipilih pada Reuni Akbar dan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (IKA FH Unpad) yang digelar pada tanggal 1 Februari 2020 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Dalam acara tersebut akan dipilih Ketua dan Sekjen IKA FH Unpad yang baru.

Ada lima pasang calon yang mendaftar. Salah satu calon Ketua/Sekjen Ika FH Unpad, adalah Yudhi Wibhisana-Handrias Haryotomo. Dengan mengusung jargon #5Forward, Yudhi-Handrias mengajak seluruh alumni FH Unpad untuk mengedepankan Solidarity, Networking, Intellectual Culture, Career Development, dan Social Empathy.(Luk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *