Perkembangan Sidang Jiwasraya: Tidak Ada Sanksi dari OJK dan Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, MONDIALNEWS – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat telah menggelar sidang lanjutan dugaan korupsi dan pencucian uang (TPPU) PT Asuransi Jiwasraya (Persero), kemarin. Puluhan saksi dihadirkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang berlangsung dari pagi hingga malam tersebut.

Usai persidangan, Tim kuasa hukum Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Bob Hasan dan Tito Hananta Kusuma, mengatakan, dari pemeriksaan saksi-saksi, diketahui bahwa dari pemeriksaan saksi-saksi, yang jumlahnya mencapai lebih dari 100 saksi, diperoleh fakta bahwa, di dalam transaksi-transaksi Jiwasraya, yang didakwakan oleh JPU, ternyata sama sekali diketahui, tidak ada sanksi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Hal ini berarti bahwa, tidak ada pelanggaran hukum dalam perkara Jiwasraya. Jadi kami, Tim kuasa hukum Benny Tjokrosaputro, merasa heran bagaimana JPU bisa menuduh ada pelanggaran hukum, kalau OJK dan BEI, yang berwenang, di bidang pasar modal, sama sekali tidak pernah memberikan sanksi dalam perkara ini,” tukas Tito Hananta Kusuma.

Dijelaskannya, dengan adanya fakta tersebut, Tim kuasa hukum merasa optimis, Majelis Hakim akan memberikan keadilan dalam kasus tersebut. “Jadi kami Tim kuasa hukum sangat optimis, Majelis Hakim akan memberikan keadilan bagi Bapak Benny Tjokro,” tukas Tito Hananta Kusuma.

Ditegaskan kembali, ketika diketahui bahwa OJK dan BEI tidak pernah memberikan sanksi, di dalam perkara Jiwasraya, maka itu berarti tidak ada unsur melawan hukum, di dalam perkara Jiwasraya. “Bagaimana bisa dibilang ada pelanggaran, kalau otoritas yang berwenang yaitu OJK dan BEI tidak pernah memberikan sanksi atau menyatakan adanya kesalahan di dalam transaksi-transaksi Jiwasraya. Jadi kami optimis bahwa Majelis Hakim Yang Mulia akan memberikan keadilan bagi Bapak Benny Tjokro nantinya,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam perkara tersebut, ada enam orang yang menjadi terdakwa. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan. Sidang juga mendengarkan keterangan saksi ahli untuk didengar kesaksiannya berdasarkan keahliannya. Dalam persidangan Benny Tjokrosaputro, didampingi Bob Hasan, Tito Hananta Kusuma dengan Ketua Tim Penasehat Hukum Muchtar Arifin (mantan Wakil Jaksa Agung) (mira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *