Saksi Ahli: Kasus Jiwasraya, Tindak Pidana Pasar Modal, Bukan Tindak Pidana Korupsi

JAKARTA, MONDIALNEWS – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di PN Jakarta Pusat, pada Rabu (16/9/2020).

Dalam sidang yang menghadirkan terdakwa Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, dan Joko Hartono Tirto kemarin, Majelis Hakim mendengarkan keterangan tiga saksi ahli yaitu Ahli Hukum Pidana Muzakir, Ahli Keuangan Negara, Eko Sambodo dan Pakar hukum Pasar Modal, Saleh Basir.

Dalam kesaksiannya, Pakar hukum Pasar Modal, Saleh Basir mengatakan, dalam Kasus Jiwasraya, pihaknya berpendapat tidak ada pelanggaran hukum.

“Bahwa tidak ada pelanggaran hukum di dalam kasus Jiwasraya, karena Bursa Efek dan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, tidak pernah memberikan sanksi apapun, di dalam tiap-tiap transaksi yang dituduhkan terjadi dalam kasus Jiwasraya ini. Sehingga tidak bisa dinyatakan, ada unsur melawan hukum, dalam kasus ini,” kata Saleh Basir yang juga penulis buku ‘Aksi Korporasi Pasar Modal’ itu.

Dijelaskan Saleh Basir yang juga pengurus Ikatan Komite Audit Indonesia atau IKAI, bahwa walaupun ada pelanggaran insider trading atau perdagangan yang dilakukan orang dalam, atau pelanggaran manipulasi pasar, atau pelanggaran transaksi di pasar modal, di dalam Kasus Jiwasraya, maka itu merupakan tindak pidana pasar modal, yang memiliki sanksi pidana sendiri, di dalam Undang-Undang Pasar Modal dan bukan merupakan tindak pidana korupsi.

Saleh Basir menjadi saksi ahli bagi terdakwa Benny Tjokro. Dalam persidangan, Benny Tjokro didampingi penasehat hukumnya, Muchtar Arifin, Yan Mere, Bob Hasan dan Tito Hananta Kusuma. Sedangkan dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipimpin oleh H Kiemas Ronny, SH, MH dan Dr Yadin, SH, yang merupakan Jaksa Terbaik Alumni KPK. (kinanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *